Berhubungan dengan seorang anak dengan ASD bisa menjadi tantangan, tetapi Anda tidak perlu berbicara, atau bahkan menyentuh untuk berkomunikasi dan menjalin ikatan. Anda berkomunikasi dengan cara Anda memandang anak Anda, dengan nada suara Anda, bahasa tubuh Anda, dan mungkin cara Anda menyentuh anak Anda penyakit disabilitas. Sebagai seorang penyandang disabilitas mental, Anak Anda juga berkomunikasi dengan Anda, bahkan jika dia tidak pernah berbicara. Anda hanya perlu mempelajari bahasa itu.

Cari isyarat nonverbal. Jika Anda jeli dan sadar, Anda bisa belajar menangkap isyarat nonverbal yang digunakan anak-anak dengan ASD untuk berkomunikasi. Perhatikan jenis suara yang mereka buat, ekspresi wajah mereka, dan gerakan yang mereka gunakan ketika mereka lelah, lapar, atau menginginkan sesuatu.

Cari tahu motivasi di balik amukan. Wajar jika merasa kesal ketika Anda disalahpahami atau diabaikan, dan tidak ada bedanya untuk anak-anak dengan ASD. Saat anak-anak dengan ASD bertindak, itu sering kali karena Anda tidak menerima isyarat nonverbal mereka. Membuat ulah adalah cara mereka mengomunikasikan rasa frustrasi mereka dan mendapatkan perhatian Anda.

Luangkan waktu untuk bersenang-senang. Seorang anak yang menghadapi ASD masih anak-anak. Untuk anak-anak dengan ASD dan orang tua mereka, perlu ada lebih banyak kehidupan daripada terapi. Jadwalkan waktu bermain ketika anak Anda paling waspada dan terjaga. Temukan cara untuk bersenang-senang bersama dengan memikirkan hal-hal yang membuat anak Anda tersenyum, tertawa, dan keluar dari cangkangnya. Anak Anda kemungkinan besar akan menikmati kegiatan-kegiatan ini jika mereka tidak tampak bersifat terapi atau mendidik. Ada manfaat luar biasa yang dihasilkan dari kesenangan Anda bersama perusahaan anak Anda dan dari kesenangan anak Anda menghabiskan waktu tanpa tekanan dengan Anda. Bermain adalah bagian penting dari pembelajaran untuk semua anak dan tidak boleh terasa seperti pekerjaan.

Perhatikan sensitivitas sensorik anak Anda. Banyak anak dengan ASD hipersensitif terhadap cahaya, suara, sentuhan, rasa, dan bau. Beberapa anak dengan autisme “kurang peka” terhadap rangsangan sensorik. Cari tahu pemandangan, suara, bau, gerakan, dan sensasi sentuhan apa yang memicu perilaku “buruk” atau mengganggu anak Anda dan apa yang memunculkan respons positif. Apa yang membuat anak Anda stres? Menenangkan? Tidak nyaman? Menyenangkan Jika Anda memahami apa yang memengaruhi anak Anda, Anda akan lebih baik dalam mengatasi masalah, mencegah situasi yang menyebabkan kesulitan, dan menciptakan pengalaman yang sukses.